Tampilkan postingan dengan label KARIR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KARIR. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Juli 2008

10 Kualitas pribadi yang di sukai

Terkadang muncul rasa iri hati antara sesama. Kenapa si dia yg selalu di manja. Kenapa si Ati yang selalu di perrebutkan, dan lain-lain. Kita dapat melihat semua itu melalui kepribadian seseorang itu. Nah di bawah ini ada 10 kualitas pribadi yg disukai.

1. KETULUSAN menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran,tidak suka mengada-Ada, pura-pura, encari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak". Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

2. Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, KERENDAHAN HATI justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke Dan membuat orang yang dibawahnya tidak merasa minder.

3. KESETIAAN sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. dia selalu menepati janjinya, mempunyai komitmen yang kuat, rela berkorban Dan tidak suka berkhianat.

4. Orang yang BERSIKAP POSITIF selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam,dsb.

5. Karena tidak semua orang dikaruniai tempramen CERIA, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah Dan tubuh, tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain,juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

6. Orang yang BERTANGGUNG JAWAB akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami Dan dirasakannya.

7. Rasa PERCAYA DIRI memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8. KEBESARAN JIWA dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar,tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9. Orang yang "" EASY GOING "" menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada diluar kontrolnya.

10. EMPATI adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik, tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Sabtu, 24 Mei 2008

8 Syarat Menjadi Wartawan

H'mmm.... begitu banyak orang yang sangat berminat dengan dunia Hiburan. Salah satu di antaranya menjadi seroang wartawan. Tentunya ada beberapa kategori baru kita itu bisa di katakan menjadi seorang wartawan pa ngak...??

Jadi, untuk itu ini lah 8 syarat yang di maksudkan di atas...?

1. Tidak alergi terhadap teknologi.
Wartawan zaman sekarang harus fasih memakai email untuk mengirim berita, alat perekam suara, kamera foto atau video, dan mencari referensi lewat Internet.

2. Punya naluri-ingin-tahu yang tinggi dan bukan penakut.
Lebih bagus lagi kalau bernaluri sebagai detektif. Wartawan sering diancam karena tulisannya, tapi jangan lantas berhenti menulis.

3. Menguasai bahasa.
Tentu saja yang terutama adalah bahasa Indonesia. Aku sering menemukan wartawan yang tidak mampu menulis secara jelas, melainkan berputar-putar dengan “bahasa langit”, bahkan beberapa di antaranya adalah “wartawan senior” yang sudah 20-30 tahun bekerja.

4. Santun dan tahu etika.
Aku kerap melihat wartawan yang memaksa masuk ke ruangan pejabat dan langsung duduk padahal si pejabat sebenarnya belum bersedia menerima karena masih ada tamu atau pekerjaannya yang lain. Ada juga wartawan yang mewawancarai narasumber dengan bahasa memaksa, mendesak bagai polisi. Boleh saja meliput peristiwa seperti demo atau lomba tarik tambang dengan memakai celana pendek, tapi jangan berkaus oblong saat meliput sidang pengadilan atau masuk ke kamar kerja gubernur.

5. Disiplin pada waktu.
Wartawan tidak boleh menulis berdasarkan mood seperti halnya seniman, karena redaksi dibatasi deadline untuk menerbitkan berita. Sering wartawan-magang gagal diterima karena selalu telat menyetor berita. Bila kau tergantung pada mood, maka pilihlah menjadi wartawan lepas atau bloger.

6. Berwawasan luas.
Untuk hal ini, sejak dulu aku sepakat bahwa penulis yang baik harus lebih dulu menjadi pembaca yang baik. Banyak wartawan daerah yang tidak mau membaca media nasional, buku-buku populer, atau mengorek isi Internet; mereka hanya membaca korannya sendiri, itupun cuma untuk melihat “beritaku terbit nggak, nih.”

7. Jujur dan independen.
Memangnya ada wartawan yang tidak jujur? Banyak, terutama di daerah. Berita bisa direkayasa sesuai pesanan narasumber. Seratusan orang demo bisa muncul di koran sebagai seribuan orang. Bupati diadukan korupsi, berita yang muncul menjadi “Ada LSM yang ingin membuat rusuh Tobasa.” Memangnya ada wartawan tidak independen? Ini paling banyak, bahkan di Jakarta sekalipun. Harian terbesar Amerika, Washington Post, menetapkan syarat bagi wartawannya: “Lepaskan dulu jabatanmu di parpol, baru bergabung dengan koran ini.” Di Balige, kabupaten lain, Medan, provinsi lain, kujamin banyak wartawan yang aktif di partai politik.

8. Memperlakukan profesi wartawan bukan semata-mata demi uang.
Profesi kuli-tinta sering disandingkan dengan seniman. Ia adalah sosok idealis, yang bekerja tidak melulu karena gaji tinggi. Pengacara bisa saja menolak bekerja kalau kliennya tidak mampu membayar tarif sekian rupiah. Aku sering menemukan wartawan yang tidak mau menulis karena narasumbernya tidak memberikan uang seperti diminta si wartawan. “Dia minta dua juta supaya beritanya terbit di halaman satu. Aku tidak punya uang sebanyak itu, ya sudah, mending kukasih Rp100 ribu ke wartawan mingguan, terbit di halaman dalam pun tidak apa-apa,” kata seorang anggota DPRD padaku suatu ketika. Jangan kaget bila pejabat dan pengusaha di daerah sering berkata, “Lae, bayar berapa untuk menerbitkan berita jadi headline?” Dan jangan kaget pula bahwa pertanyaan itu justru ditujukan pada wartawan koran-koran harian beroplah besar.

Jumat, 23 Mei 2008

Saatnya Tubuh BIcara

Keberhasilan di dunia kerja tak hanya dipengaruhi oleh keahlian berbicara atau prestasi semata, tapi juga bahasa tubuh. Bahasa tubuh yang tepat bisa menjadi golden ticket Anda menuju kesuksesan karier.

Anda mungkin sering menemui seseorang yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, namun tak mengalami peningkatan karier yang signifikan. Apa sih, yang salah? Jangan dulu berpikir atasan pilih kasih. Ia mungkin lebih pintar dari rekan yang lain, tapi bahasa tubuhnya tidak menunjukkan hal itu. Cara mempresentasikan diri dapat menentukan karier Anda.

Menurut para ahli, gerakan nonverbal lebih penting daripada kata-kata verbal. Ketika orang lain meragukan ucapan, dia akan menilai bahasa tubuh Anda. Komunikasi nonverbal dinilai lebih ekspresif, jujur dan akurat daripada komunikasi verbal. Jadi, bagaimana agar bahasa tubuh Anda memesona?

POSISI BERHADAPAN
Kalau Anda hanya berbicara berdua dengan atasan, maka posisi duduk berhadapan adalah sikap yang baik. Namun, kalau Anda memimpin rapat atau berbicara di depan orang banyak, berdiri akan lebih baik daripada duduk. Berbicara sambil berdiri mengesankan Anda lebih berwibawa dan menguasai keadaan. Sedangkan sikap duduk terus-menerus menunjukkan sikap yang defensif dan pribadi yang kurang semangat.

JARAK AMAN
Tiap orang memiliki zona nyamannya sendiri. Ketika berhadapan dengan lawan bicara, jangan mencondongkan badan berlebihan karena akan terkesan agresif. Saat menekankan poin penting, tunjukkan posisi santai, tapi kontak mata tetap terjaga dan gestur tubuh ekspresif. Jangan terlalu bersandar atau terus-menerus melihat ke bawah, karena bisa ditafsirkan Anda kurang percaya diri.

TERKENDALI
Usahakan menatap setiap orang dengan penuh perhatian. Tataplah mata mereka satu per satu selama beberapa detik. Jika lawan bicara merasa diperhatikan, secara otomatis mereka akan balik memperhatikan. Kendalikan nada dan cara bicara, jangan terlalu monoton dan datar agar lawan bicara tidak bosan. Tapi jangan pula terlalu berapi-api. Anda bukan sedang berpidato, lho. Lawan bicara juga akan sulit mencerna isi pembicaraan.

Bicaralah dengan santai, jangan terlalu pelan dan halus dan menggunakan terlalu banyak "ah" atau "uh" sehingga rasa gugup jelas terlihat. Hindari kalimat yang tumpang tindih karena menandakan Anda pribadi yang kurang well-organized.

BERI PERHATIAN
Saat Anda sedang dalam posisi mendengarkan, jangan mengetuk-ngetukkan jari, menggaruk-garuk kepala, menggigit kuku atau menatap ke sana kemari. Sikap seperti itu menunjukkan suasana hati yang sedang gelisah atau tegang. Tampilkan kesan Anda sedang menyimak dan memerhatikan perkataannya dengan cara menimpali dan mengatakan "he-eh", mengangguk, mencondongkan tubuh ke arah mereka, tersenyum atau mengikuti emosi lawan bicara, serta melakukan kontak mata.

EKSPRESI WAJAH
Selaraskan ekspresi muka dengan pembicaraan. Tersenyumlah saat mengatakan sesuatu yang lucu dan tetap jaga kontak mata. Pembicaraan pasti akan terjalin lebih hangat. Lawan akan menilai Anda sebagai pribadi yang hangat, terbuka dan jujur.

POSTUR DAN GESTUR
Meski tidak mengatakan apa pun, dari postur dan gestur mereka dapat menilai Anda. Orang yang meletakkan kaki di atas meja atau menyilangkan tangan di belakang kepala menandakan mereka terlalu percaya diri atau superior. Sebaiknya Anda rileks dan jangan kaku.

Sikap tubuh yang terbuka menunjukkan kejujuran dan kredibilitas. Sedangkan menutup mulut dan melipat tangan di depan perut menunjukkan kesan menutup diri dan melindungi diri dari sesuatu yang salah. Gestur yang sebaiknya juga tidak diperlihatkan adalah bertopang dagu dan menguap. Sebab, Anda akan dinilai tidak bersemangat, tidak antusias, dan malas bertindak.

KOSTUM TEPAT
Pakaian yang dikenakan merupakan impresi pertama dari kepribadian seseorang. Busana yang Anda kenakan menandakan sejauh mana Anda melihat dan menghargai diri sendiri. Kenakan pakaian sesuai dengan kesempatan. Jika bertemu klien, pilih pakaian yang mengesankan profesional. Hindari mngenakan pakaian berbahan panas, ukuran yang kedodoran atau terlalu sempit. Sebab, bahasa tubuh Anda akan menunjukkan bahwa Anda sedang merasa tidak nyaman.

Bagaimana, sudah tahu kan, bagaimana berbahasa tubuh yang tepat?

Sumber : Kompas

Selasa, 20 Mei 2008

Berargumentasi Tanpa Emosi

Saling serang dengan kata-kata untuk mengajukan alasan atau argumen masing-masing, acapkali membuat emosi tidak terkendali, sehingga potensial terjadi konfrontasi. Agar perdebatan tidak berkepanjangan, kuasai aturan dasar berargumentasi.

KONDISI FIT
Jangan pernah mendiskusikan masalah penting ketika Anda lelah. Pasalnya, ketika lelah, Anda akan menanggapi sesuatu dengan sikap yang terdistorsi. Jika lawan bicara lelah, tundalah diskusi tersebut sampai kondisinya membaik.

MAKSIMALKAN TELINGA
Biasanya dua orang yang sedang berdebat akan berlomba berbicara. Hal tersebut hanya akan menguras energi. Dengarkan argumentasi lawan bicara sampai tuntas. Kadang-kadang, seseorang sulit memilih kata yang tepat untuk menyatakan pendapatnya. Dengarkan dengan sabar kalimat demi kalimat yang dilontaran lawan bicara. Jangan cepat mengambil kesimpulan sebelum kalimatnya selesai.

BAHASA SIMPATIK
Gunakan kalimat bernada simpatik untuk mendebat pendapatnya. Jangan mulai dengan kalimat, "Anda salah karena...", akan terdengar enak di telinganya jika Anda memulai dengan kalimat, "Saya memahami cara berpikir Anda, namun apakah tidak sebaiknya..."

PERHATIKAN INTONASI
Aturlah nada suara agar tetap terdengar lembut. Apabila lawan bicara mulai jengkel, usahakan tetap tenang. Apabila lawan bicara meninggikan nada suaranya, jangan terpancing dan tenggelam dalam emosi yang berlebihan. Tetaplah proaktif dan bicaralah dengan tenang. Ini akan membuat nada suara lawan bicara Anda ikut merendah. Apabila lawan bicara tidak dapat berbicara secara rasional, katakan bahwa Anda akan mendiskusikannya di lain waktu, dalam suasana yang lebih kondusif.

MEMAAFKAN DAN MELUPAKAN
Ketika perbedaan pendapat muncul, hindari mengungkit-ungkit kesalahan dia di masa lalu. Yang Anda hadapi adalah persoalan hari ini, bukan persoalan kemarin. Jangan menjadi orang yang suka mengorek kesalahan di masa lalu, tapi fokuslah pada mengatasi masalah yang terjadi saat ini.

JANGAN MELIBATKAN PRIBADI
Pandanglah masalah secara obyektif dan jangan melibatkan pribadi. "Apa maksud Anda? Kata-kata Anda melukai prasaan saya!" Komentar-komentar ini sering terdengar dalam situasi diskusi yang memanas. Ingat, hanya karena seseorang tidak menyukai pendapat Anda, bukan berarti dia tidak menyukai Anda. Anda dan pendapat Anda adalah dua hal yang berbeda.

SERTAKAN BUKTI
Lengkapi argumentasi Anda dengan bukti atau data yang akurat. Berdebat tanpa bukti atau data yang kuat hanya akan mempermalukan diri sendiri. Siapkan amunisi berupa data penunjang yang mendukung argumentasi, sebelum masuk ke ruang diskusi.

TERIMA KEKALAHAN
Jangan bersikukuh pada pendapat sendiri. Pandanglah suatu peristiwa dari berbagai sisi. Anda mungkin menganggap pendapat Anda benar. Tapi cobalah membuka diri. Jangan eogis. Introspeksi diri, barangkali memang ada yang kurang dari data atau informasi Anda.

MINTA MAAF
Meski yakin bahwa Anda benar dan orang lain salah, tidak ada salahnya meminta maaf jika perkataan Anda menyinggung hatinya. Permintaan maaf Anda akan menurunkan ego orang itu dan membuatnya tahu bahwa ia sangat berarti bagi Anda. Mungkin Anda tidak sependapat dengannya, tapi paling tidak Anda menghargainya.

BERKEPALA DINGIN
Seburuk apa pun ucapan lawan bicara, tanggapi dengan kepala dingin. Kunci utama memenangkan argumentasi adalah tetap tenang walau lawan bicara menyerang habis-habisan. Pikirkan hal-hal yang baik ketika perdebatan sudah memuncak. Wajah Anda akan terlihat selalu tenang. Dan ini akan membuat lawan bicara kalah wibawa.

SPORTIF
Ketika dalam suatu rapat pendapat Anda dikalahkan oleh suara terbanyak, terimalah dengan lapang dada. Anda boleh menganggap pendapat Anda benar, tapi ketika rapat sudah memutuskan, Anda harus menerima dan menjalankannya dengan baik. Hindari membawa perdebatan di dalam rapat ke luar ruangan.

Sumber : Kompas

Sabtu, 26 April 2008

Kiat untuk tidak Menunda-nunda Pekerjaan

Banyak alasan agar kita tidak menunda-nunda pekerjaan. Nah, apa kiat agar Anda tidak menunda pekerjaan?

1. Semua pekerjaan itu penting
Anggap semua pekerjaan penting. Dengan begitu, Anda akan mengerjakan semua tugas tersebut saat ini juga.

2. Kesempatan tak datang dua kali
Kesempatan baik sangat langka. Jadi, segera sambarlah. Siapa tahu, pekerjaan yang harus Anda kerjakan saat ini adalah langkah awal untuk mendapat penghargaan atau bonus dari perusahaan. Dengan pertimbangan bahwa kesempatan tidak datang dua kali, Anda akan mengerjakan tugas Anda saat ini juga.

3. Menjaga kepercayaan
Untuk membuktikan bahwa Anda sanggup menjaga kepercayaan yang diberikan rekan kerja, atasan, maupun perusahaan, salah satunya adalah dengan tidak menunda-nunda pekerjaan!

4. Efisiensi
Semakin singkat waktu yang Anda perlukan untuk menyelesaikan suatu tugas, maka Anda ikut andil menciptakan efisiensi perusahaan.

5. Ritme kerja
Tidak menunda-nunda pekerjaan juga bisa memperlancar ritme kerja Anda, sehingga Anda akan lebih mampu menghasilkan kinerja yang optimal.

6. Mengurangi masalah
Mengerjakan tugas sesuai waktunya akan mengurangi masalah. Pasalnya, bisa saja terjadi, dengan menunda pekerjaan, masalah baru akan muncul.

7. Ketenangan
Tidak menunda pekerjaan akan membuat Anda tenang karena tidak lagi dibebani pekerjaan.

8. Menunjukkan kualitas diri
Kualitas Anda dapat dilihat dari cara Anda mengerjakan tugas. Jadi, tunjukkan kualitas diri Anda dengan mengerjakan tugas tepat pada waktu.

9. Menghargai deadline
Bekerja tepat waktu, berarti Anda menghargai deadline Anda maupun deadline perusahaan. Akibat yang ditimbulkan bila Anda melanggar deadline bisa bermacam-macam, dari tumpukan pekerjaan, sampai kinerja tim terganggu.

10. Prioritas Utama
Bila pekerjaan Anda termasuk yang diprioritaskan, meski sulit, tetap usahakan dikerjakan "saat ini juga".

11. Kebanggaan
Suatu kebanggaan bila Anda bisa mengerjakan tugas tepat pada waktunya. Kebanggan pada diri akan membuat rasa percaya diri terjaga.

12. Persembahan
Anggaplah pekerjaan Anda sebagai suatu persembahan kepada diri sendiri, rekan kerja, dan perusahaan sehingga Anda tidak mengabaikan tugas.

13. Pelayanan Pelanggan
Ingat, pelanggan adalah raja, yang tak bakal mau bersabar menunggu Anda bekerja "berlama-lama".

14. Cermin untuk sukses
Hal terakhir yang perlu Anda ingat, apa pun yang Anda lakukan, jadikan sebagai "cemin" untuk sukses. Dengan demikian, Anda tidak akan pernah berpikir untuk mengabaikan pekerjaan.

Sumber : Nova

Selasa, 22 April 2008

Stop Sikap Manis

Bersikap manis tentu sah-sah saja, asalkan tidak berlebihan. Karena Anda akan dianggap mengesampingkan pekerjaan dan sibuk menyenangkan orang lain. Buntut-buntutnya, Karir Anda akan "macet".

Berikut ini beberapa cara yang biasa digunakan oleh orang-orang "terlalu baik" beserta tips-tipsnya.

1. KESALAHAN ORANG LAIN
Ungkapkan keberatan Anda dan jangan ragu untuk memberikan alasannya. Jangan menjadi orang yang selalu pasif dan penurut.

2. IDE DIAMBIL TEMAN
Jika hal ini terjadi pada Anda, jangan ragu-ragu untuk untuk mengatakannya. Sebaiknya, ide Anda juga diketahui teman yang lain untuk mencegah hal itu terulang.

3. MUDAH MEMINTA MAAF
Jika memang Anda melakukan kesalahan yang besar, ucapkan permintaan maaf Anda cukup satu kali dan cari bagaimana solusinya.

4. BEKERJA NONSTOP
Bekerja nonstop malah tidak efisien dan produktif. Beri tubuh Anda waktu untuk istirahat agar tingkat konsentrasi dan akurasi maksimum.

5. MEMBANTU SESAMA REKAN
Hindari kesediaan Anda untuk selalu membantu mengatasi masalah orang lain.Bersikap manis tentu perlu selama tidak mengorbankan diri Anda sendiri.


TIPS MENJADI REKAN KERJA YANG BAIK


Berikut 10 tips untuk membantu Anda menjadi rekan sekerja yang lebih baik.

1. Pelankan.
Pelankan suara yang Anda timbulkan, baik saat berbicara di telepon, suara ketikan Anda pada keyboard maupun suara iPod Anda.

2. Jaga ego.
Jangan menyombongkan diri sendiri.

3. Hindari politik perusahaan.
Jangan terbawa gosip dengan memberikan komentar Anda. Hal itu mungkin menjadi bumerang buat Anda.

4. Rapi.
Usahakan selalu rapi terhadap apa yang Anda gunakan dan kenakan.

5. Sopan bertelepon.
Set telepon genggam Anda pada posisi silence agar tidak mengganggu konsentrasi rekan kerja yang lain.

6. Kurangi pajangan.
Kurangi pajangan atau foto di meja kerja Anda karena belum tentu orang lain menyukainya.

7. Kendalikan diri.
Jangan mengumbar ketidakbahagiaan kehidupan pribadi atau profesional Anda.

8. Menghormati milik orang lain.
Jangan meminjam barang milik orang lain semaunya. Usahakan selalu izin terlebih dahulu.

9. Jangan bergosip.
Gunakan jam kerja dengan baik dan hindari mengobrol berjam-jam.Menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan nyaman merupakan kepentingan terbaik bagi Anda dan perusahaan.

Sumber : Nova

8 Bahasa Tubuh Yang Harus Dihindari

Percayakah Anda, bahasa tubuh merupakan salah satu faktor keberhasilan suatu wawancara dan juga presentasi? Ada beberapa bahasa tubuh yang harus dihindari saat presentasi atau wawancara. Jika diterapkan, hal ini akan memberi perbedaan yang amat besar.

1. MENGHINDARI KONTAK MATA
Ini hanya memperlihatkan rasa kurang percaya diri, gugup, dan tidak siap. Usahakan selalu menatap mata para pendengar/lawan bicara.

2. BUNGKUK
Kesan yang langsung tertangkap adalah Anda termasuk tipe yang tidak berani dan tidak percaya diri. Nah, coba berdiri tegak dan posisikan kaki selebar bahu.

3. TAK BISA DIAM
Gugup, tak yakin, serta kurang percaya diri adalah kesan yang tersirat dari bahasa tubuh yang satu ini. Tubuh yang goyang memperlihatkan sikap tidak dapat mengendalikan diri dan tidak menguasai topik yang dipresentasikan.

4. BERDIRI BAK PATUNG
Saat memberikan presentasi, jangan hanya berdiri seperti patung. Cobalah berjalan, bergerak. Berdiri kaku justru memperlihatkan sikap yang dingin.

5. TANGAN MASUK DI SAKU
Gaya ini menunjukkan sikap tak bersahabat dan merasa "terancam". Sebaiknya keluarkan tangan Anda dari saku dan gerakkan secukupnya.

6. MENIRU GAYA
Jangan meniru habis-habisan gaya seseorang. Yang terjadi justru sikap Anda terkesan dibuat-buat serta tidak alami.

7. GERAKAN BERBUNYI
Sebaiknya, sebelum presentasi, keluarkan semua kunci atau koin dari saku celana dan taruh di dalam tas.

8. GUYONAN BERLEBIHAN
Tak ada salahnya melontarkan guyonan saat memberikan presentasi. Tapi ingat, jangan lakukan hal itu secara berlebihan dan keluar dari topik yang sedang dibicarakan.


PANDUAN WAWANCARA KERJA

1. Percaya diri.
Masuk ke dalam ruangan dengan yakin, senyum, dan penuh semangat.

2. Jabat erat.
Genggam erat sehingga memberi kesan percaya diri dan sejajar.

3. Tatap wajah/mata.
Perhatikan apa yang dibicarakan atau ditanyakan dengan saksama.

4. Jaga sikap.
Posisi duduk yang tegap, cara bertatapan muka, dan bagaimana seharusnya menjawab pertanyaan, akan mencerminkan kepribadian serta rasa percaya diri Anda.

5. Jangan bersidekap.
Ketika si pewawancara bicara, sebaiknya kedua tangan diletakkan di lengan kursi atau di bawah badan.

6. Kontak mata.
Jangan menghindari tatapan matanya dengan menunduk atau membuang muka. Sebaliknya, gunakan ekspresi tubuh yang menyiratkan ketertarikan, semisal mengganggukkan kepala atau mengangkat alis.

7. Posisi nyaman.
Jangan terlalu sering mengubah posisi.

8. Kontrol suara.
Hindari berbicara terlalu pelan atau terlalu cepat dan terputus-putus.

Sumber : Nova

Selasa, 08 April 2008

7 Good Sign

Proses menunggu wawancara memang tidak menyenangkan. Jika jeli, sebenarnya ada tanda-tanda yang terlihat apakah wawancara berlangsung sukses atau gagal.

1. Berlangsung lama
Jika proses wawancara berlangsung lebih dari 30 menit apalagi sampai lebih dari jam, berarti Anda sangat dipertimbangkan untuk mengisi posisi itu.

2. Banyak bertanya
Si pewawancara aktif mengajukan pertanyaan seputar Anda dan riwayat pekerjaan Anda. Ini juga sinyal bagus, karena banyak bertanya tentang diri Anda mengindikasikan banyak informasi yang ingin mereka gali dari Anda.

3. Suasana nyaman
Suasananya cair, Anda tidak seperti sedang berada dalam situasi wawancara yang kerja yang kaku. Pewawancara pun terlihat lebih rileks. Ini menjadi sinyal positif dia merasa cocok atau nyaman, sehingga Anda dianggap bisa bekerja sama.

4. Umpan balik
Secara verbal pewawancara memberikan umpan balik. Misal, mengucap" saya tidak menyangka Anda mempunyai kemampuan itu." Sedangkan umpan balik secara fisik diperlihatkan dari kontak mata, tersenyum, memberikan dorongan, mengangguk, dan ekspresi wajah yang memperlihatkan persetujan dan pemahaman.

5. Nego gaji
Saat wawancara pertama, sudah terjadi negosiasi. Padahal biasanya negosiasi gaji terjadi pada saat wawancara berikutnya. Setelah wawancara pertama dianggap lolos.

6. Kepastian waktu
Biasanya jika mereka tertarik pada Anda, di akhir wawancara mereka memberi kepastian waktu kapan Anda akan dikabari lagi, misal, dengan mengatakan "dalam dua- tiga hari ini kami akan menghubungi Anda".

7. Menanyakan kesiapan
Pewawancara tidak menyuruh Anda menunggu, melainkan langsung bertanya kesiapan Anda bergabung bersama mereka. Jika statement ini keluar dari mulut pewawancara, sembilan puluh lima persen keberhasilan wawancara sudah berada di tangan Anda.

Bad Signs
1. Wawancara singkat
Mereka tidak akan berlama-lama melakukan wawancara jika dianggap kualifikasi Anda kurang cocok dengan posisi yang dilamar.

2. Menunjukkan keraguan
Contoh bahasa tubuh ragu-ragu, mencondongkan tubuhnya ke belakang dengan tungkai disilangkan dan lengan dilipat, atau menggaruk-garuk hidung.

3. "Nanti dikabari"
Kalimat "Nanti kami kabari lagi," merupakan ungkapan penolakan yang halus.

Sumber : Kompas

Sabtu, 05 April 2008

Tips Menghadapi Walk In Interview

Tak perlu menunggu datangnya surat panggilan. Dalam walk in interview Andalah yang harus proaktif 'menjemput bola'. Prinsipnya Vini, Vidi, Vici (Saya datang, bertanding dan menang).

Walk in interview adalah jenis wawancara yang biasanya dilakukan bila posisi yang ingin diisi dan jumlah pelamarnya cukup besar. Proses wawancara atau perekrutan tidak hanya berlangsung di perusahaan tersebut, melainkan bisa saja terjadi di suatu tempat di luar gedung perusahaan, seperti di hall, hotel atau tempat lain.

Pada dasarnya menjalani walk ini interview sama saja dengan wawancara biasa. Hanya saja Anda dituntut kesiapan maksimal karena Anda langsung berhadapan pewawancara saat melamar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memenangkan 'pertarungan'.

Teliti Iklan
Sebelum membuat lamaran, Anda perlu meneliti iklan lowongan kerjanya, apakah bidang kerja dan posisi yang ditawarkan sesuai dengan membuang-buang tenaga dan waktu. Pastikan juga tempatnya representatif dan perusahaannya jelas.

Resume dan CV
Setelah yakin bahwa lowongan tersebut memang sesuai dengan Anda, buatlah resume dan CV yang menarik dan lengkap, karena resume dan CV Anda langsung dibaca saat itu juga. Ketik dengan komputer dengan huruf yang mudah dibaca. Kemudian cetak resume dan CV di atas kertas yang bersih dan tidak keriting. Hindari membawa CV fotokopi karena Anda akan dinilai tidak serius.

Data Pendukung
Setelah itu, lengkapi dengan data-data pendukung lainnya, seperti ijazah, surat-surat referensi, foto 4X6 1 lembar, serta contoh hasil karya atau portfolio terbaik Anda. Masukkan semua kelengkapan ini ke dalam map atau amplop besar.

Persiapkan Diri
Sehari sebelum berangkat, pahami dulu lingkup kerja yang ditawarkan. Jangan sampai Anda datang ke sana masih bertanya soal posisi yang ditawarkan. Misal, jika posisi yang Anda lamar marketing, coba pelajari beberapa hal yang berkaitan dengan dunia marketing.

Penampilan Prima
Perhatikan penampilan Anda secara keseluruhan. Karena impresi pertama pewawancara sangat menentukan keberhasilan walk in interview Anda. Pilihlah busana yang paling sesuai dan sopan. Pastikan penampilan Anda rapi, bersih, cantik dan layak untuk menghadiri wawancara.

Alat Tulis
Bawalah alat tulis dan notes karena siapa tahu diperlukan saat wawancara. Kesiapan Anda menghadipi interview juga mendapat penilaian tersendiri. Jangan sampai Anda harus meminjam alat tulis pada pewawancara.

Isi Perut
Sebelum berangkat, isi perut Anda terlebih dahulu. Karena biasanya dalam walk in interview Anda akan menghadapi beberapa tes pada hari itu juga yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Sehingga kenyamanan perut juga dijaga. Konsumsilah makanan bergizi secukupnya. Tapi, jangan konsumsi makanan yahg bergas dan tajam, karena akan menyulitkan hidup Anda.

Tepat Waktu
Kalau perlu Anda sudah tiba satu jam sebelum proses dimulai. Anda jadi punya kesempatan mempelajari suasana, menenangkan diri dan mempersiapkan segala sesuatunya. Datang lebih awal juga membuat Anda tidak perlu menunggu terlalu lama, mengingat pelamar yang datang ke walk in interview biasanya banyak.

Wajah Optimis
Tampilkan wajah penuh percaya diri, cerah ceria dan optimis. Jangan sekali pun menampakkan wajah kusam nan sendu di depan pewawancara. Karena tidak ada satu perusahaan pun yang mau mempekerjakan orang yang gampang putus asa. Tunjukkan keoptimisan Anda dengan menjabat tangan pewawancara secara mantap dan tatapan mata hangat.

Menjawab Taktis
Jawab semua pertanyaan dengan penuh percaya diri, jujur dan bersahabat, tapi tidak berlebihan. Jangan ragu menjawab jika Anda diminta untuk memberi penjelasan lebih terperinci. Manfaatkan kesempatan untuk bertanya jika pewawancara mempersilakan Anda. Jangan ragu bertanya hal-hal yang belum jelas misal bertanya kapan hasil interview akan dikabarkan.

Kesan Positif
Selesai wawancara ucapkan terima kasih dan berikan jabatan tangan yang paling hangat. Berikan kesan positif saat meninggalkan ruangan. Jika dalam waktu yang dijanjikan pewawancara belum menghubungi Anda, teleponlah pewawancara dan tanyakan hasilnya.

Perlu Dibawa Saat Walk In Interview :
- Kartu identitas dan kartu nama

- Kertas catatan kecil
- Bolpoin dan pinsil 2B, serta penghapus
- Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan
- Catatan sejarah terperinci
- Contoh hasil kerja atau portfolio
- Minum dan makanan kecil (kalau walk in interview diadakan besar-besaran)
- Daftar referensi (jika ada)
- Jika melamar sebagai pramugari, kenakan baju lengan pendek dan rok pendek serta sepatu hak tinggi.

Sumber : Kompas

Jumat, 04 April 2008

7 Syarat Jadi Pemimpin

JAKARTA, SELASA - Sebagai manajer, mungkin Anda belum dituntut punya kualitas kepemimpinan setara dengan Nancy Pelosi, Ketua "DPR"-nya Amerika. Tapi berkaca pada mereka, Anda bisa jadi pemimpin andal. Asalkan memenuhi 7 syarat berikut ini.

1. Problem solver
Seorang pemimpin dituntut mampu membuat keputusan penting dan mencari jalan keluar dari permasalahan. Jika tak mau julukan Miss No Solution tercetak di punggung, mulailah bertindak tegas dan hapus kebiasaan Anda bersikap plin-plan. Jangan pula memupuk kebiasaan melarikan diri dari tanggung jawab. Sebagai "nakhoda", Anda-lah yang berkewajiban mengemudikan "kapal" ke arah yang benar.

2. Besikap positif
Setiap orang tak luput dari kesalahan Bila hal ini menimpa anak buah Anda, jangan langsung mencecarnya dengan "segudang" omelan. Selidiki latar belakang permasalahan sehingga Anda bisa bersikap proporsional. Jika Anda yang melakukan kesalahan, tak perlu ragu mengakuinya dan meminta maaf kepada orang-orang terkait. Jangan lupa melakukan perbaikan untuk "menebus" kekeliruan Anda tersebut.

3. Komunikasi, komunikasi!
Karyawan sebaik apapun akan kehilangan arah bila dibiarkan "berjalan dalam gelap". Sebagai pemimpin, Anda perlu menerangkan sejelas mungkin tentang tujuan bersama yang hendak diraih dan strategi mencapainya. Bekali pula anak buah dengan penilaian terhadap hasil kerjanya selama ini, sehingga mereka bisa belajar cara melakukan tugas dengan benar. Pelihara komunikasi dua arah dengan bawahan dan mintalah feedback dari mereka setiap kali Anda meluncurkan kebijakan baru.

4. Menjadi inspirasi
Seorang pemimpin harus mampu menetapkan standar dan jadi contoh bagi anak buahnya. Jadilah inspirasi bagi bawahan. Up date benak Anda dengan informasi terkini, tidak pelit membagi pengalaman, dan patuhi peraturan yang Anda buat sendiri-misalnya, selalu tiba di kantor on time.

5. Tumbuhkan motivasi
Berikan penghargaan terhadap prestasi-sekecil apapun itu, yang dilakukan anak buah Anda. Bahkan karyawan yang paling hobi telat sekalipun akan berusaha memperbaiki diri apabila Anda memujinya ketika ia datang tepat waktu (apalagi bila pujian itu diberikan tanpa terkesan menyindir). Secara berkala, ajukan pula pertanyaan serta tantangan yang mampu merangsang kreativitas berpikir anak buah Anda. Misalnya meminta pendapat mereka atas sebuah proyek kecil. Atau minta ide mereka untuk mempercantik kantor.

6. Hubungan baik
Jalin hubungan profesional dan interpersonal yang harmonis dengan seluruh anak buah. lngat, di batik statusnya sebagai bawahan, karyawan adalah pribadi yang memiliki latar belakang unik dan permasalahan tertentu. Luangkan waktu untuk mengenal karyawan secara personal sehingga Anda mampu melakukan coaching tepat sasaran.

7. Turun gunung
Mentang-mentang kartu nama telah dihiasi title manajer, lantas Anda merasa bebas dari kewajiban dan melakukan dirty job atau pekerjaan anak buah. Seorang pemimpin akan dihargai anak buahnya apabila ia bersedia terjun ke lapangan dan tak asal main perintah saja. Semakin hebat lagi hormat anak buah bila pekerjaan itu bisa dilakukan dengan lancar. Turun gunung, masuk lumpur, itu perlu karena akan menunjukkan kualitas Anda kepada anak buah.

Perempuan punya kualitas "lebih"Dalam seminar bertajuk Leadership is a Woman's Art, Lois P. Frankel, PhD, penulis buku See Jane Lead, yang juga pakar karier dan manajemen, menyatakan bahwa perempuan memiliki ciri khas yang amat berguna dalam posisi sebagai pemimpin. Perempuan juga disebutnya mendatangkan perspektif unik yang memperkaya perbendaharaan makna dalam berbagai bidang.

Berbeda dengan pria yang cenderung memimpin dengan gaya top down; wanita memimpin dengan gaya bottom up. Yaitu, berupaya membentuk koalisi dan menciptakan konsensus. Gaya kepemimpinan yang disebut terakhir ini menguntungkan karena memungkinkan atasan menerima berbagai masukan yang berharga dari anak buah.Jika diterapkan secara proporsional bisa menumbuhkan loyalitas yang tinggi pada diri karyawan.

Untuk bisa menjadi pemimpin, tantangan yang mesti dihadapi perempuan adalah keinginan untuk menciptakan kesamarataan dalam berbagai hal. Padahal, mustahil untuk bisa memperoleh dan memberikan perlakuan serupa pada diri setiap orang. Hal ini yang biasanya menghambat langkah banyak perempuan untuk maju dan memimpin. Selain itu, karena pengaruh nilai budaya dan pendidikan di masa kecil, banyak pula perempuan yang merasa tidak nyaman untuk bersikap asertif dan menonjolkan diri. Singkirkan hambatan tersebut dan tunjukkan prestasi gemilang sebagai seorang pemimpin. (CHIC)

Sumber : Kompas

Ingin Sukses...?? Pikat Hati si Bos

Di tengah persaingan dan tuntutan kerja yang tinggi dibutuhkan kerja keras agar karir lebih melesat. Salah satu kiat mengejar kesuksesan karir adalah dengan memikat hati si bos. Namun, memikat hati atasan bukan berarti anda harus jadi penjilat. Justru sebaliknya, anda harus menampilkan kinerja terbaik. Ini dia tipsnya.

- Ikuti ritme kerja bos
Pelajari cara kerja yang disukai atasan; kapan sebaiknya anda menyerahkan laporan, bagaimana gaya komunikasi yang biasa dipakainya.

- Tunjukkan passion dalam bekerja
Cita-cita untuk naik jabatan saja tidak akan cukup mengantarkan anda ke posisi yang anda inginkan. Tunjukkan kepada atasan bahwa anda memiliki passion terhadap pekerjaan. Misalnya, setelah menyelesaikan sebuah projek, tanyakan apakah ada projek lain yang bisa segera anda lakukan.

- Mintalah feedback
Meski selama ini atasan tidak pernah komplain atas hasil kerja anda, tak ada salahnya anda meminta evaluasi dari si bos. Jangan abaikan feedback yang diberikan kepada kinerja Anda.

- "Curi" ilmu
Jika si bos memiliki kebiasaan menyiapkan materi presentasi sebelum rapat dengan detail, tiru kebiasaannya. Sebagai bawahan yang setiap hari melihat cara kerjanya, anda tentu tahu rahasia kesuksesan atasan. Jadikan itu modal untuk mengembangkan kompetensi diri.


Sumber : Kompas

 
ANAK YANG HILANG © 2007 Template feito por Templates para Você