Masa pendekatan memang sering melambungkan hati perempuan. Tapi kok, setelah sekian lama, hubungan seperti jalan di tempat. Tak ada tanda-tanda hubungan akan berlanjut, tapi Si Dia masih tetap melakukan pendekatan. Hati-hati, mungkin ia hanya menempatkan Anda di "bangku cadangan". Jika sinyal-sinyal berikut Anda temui, berarti ia memang tak layak ditunggu.
Track Record Buruk
Jika seorang pria memang serius menjalin komitmen, biasanya, paling tidak ia punya hubungan yang serius dan cukup lama dengan mantan kekasihnya. Tapi jika ia hobi gonta-gonta kekasih, Anda perlu waspada. Barangkali ia memang pria yang mudah bosan dan terlalu mudah pindah ke lain hati.
Masih Jelalatan
Saat bersama Anda Si Dia masih juga jelalatan? Sudah jelas ia berusaha tebar pesona untuk mencari kesempatan lain.
Terlalu Sibuk
Pria yang hobi ngumpul dengan teman-temannya sama sekali tak salah. Justru pria yang tak punya teman patut dicurigai, jangan-jangan ia orang yang egois dan tak bisa dipercaya. Hanya saja, jika ia terlalu sering pergi dengan teman-temannya, bahkan sampai membatalkan janji yang sudah ia buat dengan Anda, berarti Anda tak dianggapnya. Atau, ia hanya mau pergi dengan Anda saat tak ada acara lain.
Jarang Menghubungi
Bila ia memang kesengsem berat, maka ia tak akan tahan untuk sehari saja tak menghubungi Anda. Tapi boro-boro menelepon, SMS Anda saja tak digubrisnya.
Terlalu Cuek
Bisa dalam hal penampilan atau perhatian. Misalnya, saat Anda sedang berbicara, Si Dia malah asyik menjawab SMS. Singkatnya, ia sama sekali tak punya keinginan untuk menyenangkan hati Anda.
Sumber : Kompas
Jumat, 23 Mei 2008
Jadi Cadangan..? No way..!!
Diposting oleh Ralita Sitio di 02.31 0 komentar
Label REMAJA
Selasa, 20 Mei 2008
Berargumentasi Tanpa Emosi
Saling serang dengan kata-kata untuk mengajukan alasan atau argumen masing-masing, acapkali membuat emosi tidak terkendali, sehingga potensial terjadi konfrontasi. Agar perdebatan tidak berkepanjangan, kuasai aturan dasar berargumentasi.
KONDISI FIT
Jangan pernah mendiskusikan masalah penting ketika Anda lelah. Pasalnya, ketika lelah, Anda akan menanggapi sesuatu dengan sikap yang terdistorsi. Jika lawan bicara lelah, tundalah diskusi tersebut sampai kondisinya membaik.
MAKSIMALKAN TELINGA
Biasanya dua orang yang sedang berdebat akan berlomba berbicara. Hal tersebut hanya akan menguras energi. Dengarkan argumentasi lawan bicara sampai tuntas. Kadang-kadang, seseorang sulit memilih kata yang tepat untuk menyatakan pendapatnya. Dengarkan dengan sabar kalimat demi kalimat yang dilontaran lawan bicara. Jangan cepat mengambil kesimpulan sebelum kalimatnya selesai.
BAHASA SIMPATIK
Gunakan kalimat bernada simpatik untuk mendebat pendapatnya. Jangan mulai dengan kalimat, "Anda salah karena...", akan terdengar enak di telinganya jika Anda memulai dengan kalimat, "Saya memahami cara berpikir Anda, namun apakah tidak sebaiknya..."
PERHATIKAN INTONASI
Aturlah nada suara agar tetap terdengar lembut. Apabila lawan bicara mulai jengkel, usahakan tetap tenang. Apabila lawan bicara meninggikan nada suaranya, jangan terpancing dan tenggelam dalam emosi yang berlebihan. Tetaplah proaktif dan bicaralah dengan tenang. Ini akan membuat nada suara lawan bicara Anda ikut merendah. Apabila lawan bicara tidak dapat berbicara secara rasional, katakan bahwa Anda akan mendiskusikannya di lain waktu, dalam suasana yang lebih kondusif.
MEMAAFKAN DAN MELUPAKAN
Ketika perbedaan pendapat muncul, hindari mengungkit-ungkit kesalahan dia di masa lalu. Yang Anda hadapi adalah persoalan hari ini, bukan persoalan kemarin. Jangan menjadi orang yang suka mengorek kesalahan di masa lalu, tapi fokuslah pada mengatasi masalah yang terjadi saat ini.
JANGAN MELIBATKAN PRIBADI
Pandanglah masalah secara obyektif dan jangan melibatkan pribadi. "Apa maksud Anda? Kata-kata Anda melukai prasaan saya!" Komentar-komentar ini sering terdengar dalam situasi diskusi yang memanas. Ingat, hanya karena seseorang tidak menyukai pendapat Anda, bukan berarti dia tidak menyukai Anda. Anda dan pendapat Anda adalah dua hal yang berbeda.
SERTAKAN BUKTI
Lengkapi argumentasi Anda dengan bukti atau data yang akurat. Berdebat tanpa bukti atau data yang kuat hanya akan mempermalukan diri sendiri. Siapkan amunisi berupa data penunjang yang mendukung argumentasi, sebelum masuk ke ruang diskusi.
TERIMA KEKALAHAN
Jangan bersikukuh pada pendapat sendiri. Pandanglah suatu peristiwa dari berbagai sisi. Anda mungkin menganggap pendapat Anda benar. Tapi cobalah membuka diri. Jangan eogis. Introspeksi diri, barangkali memang ada yang kurang dari data atau informasi Anda.
MINTA MAAF
Meski yakin bahwa Anda benar dan orang lain salah, tidak ada salahnya meminta maaf jika perkataan Anda menyinggung hatinya. Permintaan maaf Anda akan menurunkan ego orang itu dan membuatnya tahu bahwa ia sangat berarti bagi Anda. Mungkin Anda tidak sependapat dengannya, tapi paling tidak Anda menghargainya.
BERKEPALA DINGIN
Seburuk apa pun ucapan lawan bicara, tanggapi dengan kepala dingin. Kunci utama memenangkan argumentasi adalah tetap tenang walau lawan bicara menyerang habis-habisan. Pikirkan hal-hal yang baik ketika perdebatan sudah memuncak. Wajah Anda akan terlihat selalu tenang. Dan ini akan membuat lawan bicara kalah wibawa.
SPORTIF
Ketika dalam suatu rapat pendapat Anda dikalahkan oleh suara terbanyak, terimalah dengan lapang dada. Anda boleh menganggap pendapat Anda benar, tapi ketika rapat sudah memutuskan, Anda harus menerima dan menjalankannya dengan baik. Hindari membawa perdebatan di dalam rapat ke luar ruangan.
Sumber : Kompas
Diposting oleh Ralita Sitio di 02.44 0 komentar
Label KARIR

